Tuesday, August 9, 2016

Rapat Bulanan Kepala Desa


Suasana Rapat Bulanan Kepala Desa
     Kali ini kita akan membahas mengenai rapat bulanan kepala desa di Desa Larangan Timur. Seperti yang kami ulas pada postingan sebelumnya, bahwa Desa Larangan Timur sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama Islam. Setiap ada acara atau apapun acaranya pasti ada nilai-nilai keislaman di dalamnya.

     Bahkan ketika rapat bulanan kepala desa. Yang unik dan tidak ada di desa-desa lain adalah dirapat bulanan kepalasa desa ini bukan hanya melakukan rapat seperti pada umumnya yang biasanya hanya saling bertukar pendapat dan bahkan sampai beradu argumen. Di rapat ini juga dilakukan tahlil dan sholawatan. Tahlil dan sholawat ini dilakukan sebelum melakukan diskusi. Jadi yang pertama di laksanakan ketika acara di mulai adalah membaca Al-fatihah kemudian di lanjutkan dengan membaca surat Yasin setelah itu dilanjutkan dengan tahlil kemudian sholawatan dan yang terakhir adalah doa, baru kemudian di lanjutkan dengan rapat yang dipimpin oleh kepala desa. Dalam rapat ini juga dapat meluruskan mengenai isu yang bereda di Desa Larangan Timur, ketika rapat juga di selingi dengan candaan khas masyarakat Desa Larangan Timur agar suasana tetap terjaga kehangatannya.

Acara Mingguan Di Masjid Desa Larangan Timur

Pembahasan Kitab Mengenai Sholat
     Desa Larangan Timur merupakan desa yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, terutama agama Islam. Kebiasaan dan adat istiadat masyarakat Desa Larangan Timur semuanya berhubungan dengan nilai-nilai Islam. Bahkan setiap kali sesudah sholat berjamaah masyarakat Desa Larangan Timur membaca surat Yasin secara bersama-sama.
      Ada kebiasaan yang berbeda dari desa-desa yang pernah kami kunjungi. Di Desa Larangan Timur setiap dusun biasanya mengadakan acara pengkajian kitab tentang aturan-aturan yang ada di dalam agama Islam. Acara ini biasanya dilakukan setiap dua minggu sekali. Acara ini dilaksanakan setelah sholat isya, pengkajian buku ini dipimpin oleh tokoh ulama sekitar Desa Laranagn Timur. Setelah acara pengkajian dilanjutkan dengan acara sholawatan bersama.
Sholawatan Bersama
     Tidak hanya kegiatan mengkaji kitab. Di Desa Larangan Timur, setiap hari selasa selalu mengadakan tadarusan bersama di masjid setelah sholat isya. Tadarusan bersama ini adalah acara rutin mingguan yang selalu diadakan di Desa Larangan Timur

Friday, August 5, 2016

Langkir Bakar Ala Desa Larangan Timur

Gambas atau oyong atau masyrakat Madura sering menyebutnya dengan langkir (Luffa acutangula, suku labu-labuan atau Cucurbitaceae), adalah komoditi sayuran minor. Penanamannya biasanya dilakukan di pekarangan atau bagian ladang yang tidak digunakan untuk tanaman lain. Gambas dipanen buahnya ketika masih muda dan diolah sebagai sayur.

Tanaman ini sangat mudah dijumpai di semua tempat, termasuk juga di Desa Larangan Timur. Sayur ini dipercaya dapat menurunkan kadar gula. manfaat didapat dari kandungan cucurbitasin di dalam bijinya. Tak hanya berkasiat bagi diabetes, oyong dapat menyembuhkan penyakit semisal, Radang usus, asma hingga meningkatkan air susu ibu (ASI). Gambas biasanya diolah menjadi sayur bening.
Namun berbeda di Desa Larangan Timur. Masyarakat Desa Larangan Timur mengolah gambas dengan cara dibakar kemudian diberi saus atau sambal kacang. Hal ini membuat keunikan tersendiri di Desa Larangan Timur karena diolah dengan cara yang berbeda. Biasanya masyarakat sekitar memadukannya dengan ikan asin dan nasi hangat. Bayangkan betapa nimkatnya memakan langkir bakar dengan ikan asin dan nasi hangat dengan pemandangan desa yang masih asri.

Goa Tanah Cinta

     Di Desa Larangan Timur terdapat tempat-tempat yang belum tereksplor oleh pemerintah, bahkan oleh masyarskat Desa Larangan Timur sendiri. Salah satunya adalah goa yang terdapat di Dusun Brukong.

   Goa tersebut masih belum mempunyai nama, dan masih terjamin keasliannya karena belum tersentuh oleh manusia. Menurut masyarakat sekitar goa tersebut digunakan sebgai tempat tinggal oleh kawanan kelelwar. Mulut goa tersebut lumayan besar, namun goa tersebut belum diketahui secara pasti berapa kedalamannya dan apa saja yang terdapat di dalam goa tersebut. Meskipun goa tersebut belum mempunyai nama namun kami (KKN 89) menamainya sendiri dengan nama Goa Tanah Cinta. Goa tersebut kami namai Goa Tanah Cinta karena untuk mencapai goa tersebut kami harus berjuang cukup keras karena harus melalui tanah cinta.

   Tanah cinta merupakaan julukan dari masyarakat sekitar untuk jenis tanah yang ada di Desa Larangan Timur. Tanah di Desa Larangan Timur di juluki tanah cinta karena kondisi tanah di Desa Larangan Timur pada saat hujan akan menjadi lengket. Pada saat hujan tanah di Desa Larangan Timur akan menjadi lengket di alas kaki atau roda pada kendaraan dan susah untuk di bersihkan.
Meskipun nama goa tersebut tidak begitu ada terkaitannya, hal itulah yang menjadikannya menjadi sebuah keunikan tersendiri.

Makam Bhuju' Ranceleh

Makam Bhuju' Ranceleh
     

     Desa Larangan Timur memiliki beberapa cerita rakyat yang melegenda, cerita tersebut berkaitan dengan makam yang dikeramatkan di Desa Larangan Timur. Salah satunya adalah makam Bhuju' Ranceleh, makam ini dikeramatkan oleh masyarakat Desa Larangan Timur karena terdapat cerita melegenda yang memelatar belakangi makam tersebut.

     Berikut cerita singkat mengenai makam Bhuju' Ranceleh. Asal-usul Bhuju' Ranceleh bermula saat dahulu kala ada seorang perempuan ahli tirakat yang bernama Ny. Siti Sofiyah. Nama ranceleh merupakan gabungan dari dua bahasa, yaitu dari bahasa madura dan bahasa jawa. Ran bermakna arean (piring) dan celeh bermakna cilik (kecil). Dulu Ny. Sofiyah saat makan menggunakan arean cilik (piring kecil) yang terbuat dari buah pinang yang di belah dua. Buah pinang tersebut dibelah dua kemudian dibuang bijinya dan digunakan sebagai tempat makan Ny. Sofiah, jadi setiap kali Ny. Sofiah makan hanya menggunakan piring dari buah pinang yang dibelah dua. Oleh karena itu bagi masyarakat Desa Larangan Timur khususnya dusun ranceleh itu dikramatkan. Sehingga tiap malam jumat banyak orang berziarah ke bujukranceleh, di samping itu juga berziarah ke makam kerabatnya.

Wednesday, August 3, 2016

Batik

Proses Penulisan Pola Batik


   Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Batik asal Indonesia berasal dari berbagai macam daerah, salah satunya dari madura.

   Batik Madura adalah salah satu bentuk seni budaya, batik tulis Madura banyak diminati dan populer dengan konsumen lokal dan internasional. Dengan bentuk khas dan motif batik tulis Madura memiliki keunikan sendiri untuk konsumen. Gaya dan berbagai unik dan bebas, sifat pribadi produksinya dilakukan di unit, mereka masih mempertahankan produksi tradisional, yang ditulis dan diolah dengan cara tradisional.

    Kebanyakan orang mengenal batik tulis Madura dengan karakter yang kuat, yang dicirikan oleh bebas, dengan warna yang berani (merah, kuning, hijau muda). Tapi jarang yang mengetahui bahwa batik Madura mungkin telah lebih dari seribu motif dan paling terkemuka di pasar batik di indonesia maupun mancanegara. Sejarah mencatat produsen batik Madura yang cukup terkenal. Apa yang membuatnya menjadi seperti itu, mungkin karena kedua komoditas tersebut merupakan bagian integral dari tradisi masyarakat mereka sendiri.

    Seperti pada masyarakat di desa Larangan Timur yang juga sebagian besar masyarakatnya adalah pengerajin batik. Masyarakat di sini hampir semua aktifitasnya adalah pengerajin batik terutama yang perempuan. Ibu-ibu di sini menerima pesanan dari para pedagang yang ada di Tanjungbumi. Karena masyarakat desa Larangan Timur sudahh terkenal dengan kepawaiannya dalam membatik. Pekerjaan membatik ini juga menjadi salah satu sumber pendapatan di desa Larangan Timur.

Topografi dan Demografi Desa Larangan Timur

Topografi
 Dataran bumi desa Larangan Timur terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi, karena desa ini mencakup dimensi area yang cukup luas untuk sekelas desa di pedalaman. dengan keunggulan lingkungan yang agamis serta  masih sangat kental dengan kebudayanan lokalnya. Kondisi tanah atau jenis lahan di sini merupakan lahan tadah hujan yang memang merupakan mata pencaharian warga seikitar yakni di sektor pertanian.

Peta Desa Larangan Timur


Demografi
 Desa larangan Timur, merupakan desa di kecamatan Tanjung Bumi, jalur yang ditempuh adalah jalur pantura. desa ini mempunyai Keliling atau Luas wilayah kurang lebih sekitar 49 Km dengan, ukuran yang cukup luas untuk sebuah desa di pelosok kecamatan.

 Jumlah penduduk desa ini sekitar 5.615 jiwa, termasuk juga balita, pemuda, dewasa dan lansia. Luasnya Radius area desa juga mempengaruhi padatnya jumlah penduduk di desa Larangan Timur ini. 

 Dari analisa kependudukan desa Larangan Timur bisa dikatakan supplayer pekerja ke luar daerah seperti Provinsi Kalimantan atau bahkan ke luar negeri seperti Arab Saudi dan Malaysia. pada umumnya mata pencaharian warga yang keluar daerah maupun luar negeri di dominasi kalangan Pemuda desa.

 Tingkat pendidikan warga desa yang masih banyak dibawah rata rata membuat Sumber daya manusia (SDM) di desa Larangan Timur ini sangat kecil. rata-rata tingkat akhir pendidikan pemuda desa adalah tingkat SMP atau sederajat

 Warga desa Larangan Timur merupakan suku atau etnis asli Madura alias penduduk pribumi. mayoritas atau bisa dikatakan hampir seluruh warga beragama Islam. dari nilai mayoritas itulah banyak juga penduduk warga yang menjadi santri ke kota atau ke daerah lain, sisi menonjol di bidang agama dan kesantrian itulah yang membuat desa ini mendapat julukan DESA SANTRI.